BERITA POLTEKESOS




HumasPoltekesosBDG_LUAR BIASA, inilah kata yang dapat diucapkan untuk seluruh mahasiswa praktikan Poltekesos di Cianjur. Kekuatan daya tahan, semangat, dan jiwa pekerja sosial dalam menerjang daerah daerah yang terkena bencana. Perbukitan, pesawahan serta sampai daerah terdalam untuk meyampaikan dan memastikan semua penyitas bencana dapat terdata, tertangani, dan terselesaikan baik dalam penyuplaian makanan, kesehatan maupun logiistik lainnya. Rabu (7/12/2022)

Banyak ragam kegiatan yang dilakukan mahasiswa mulai dari mendata, mendampingi, mengevakuasi dan membangkitkan semangat dalam keluar dari trauma bencana yang terjadi. Para mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan dan jiwa pekerja sosial yang dimiliki, serta merta langsung mempraktikannya dalam lingkungan bencana ini. Sebagai calon pekerja sosial peran mereka terasa sejak dini, bahkan hal tersebut dirasakan oleh salah satu Kelapa Desa Cijedil yang menuturkan “merasa terbantu dengan adanya mahasiswa praktikan di Kabupaten Cianjur, karena sudah membantu secara administrasi, tenaga dan waktunya saat keadaan yang krodit”.
Selain desa Cijendil mahasiswa praktikan juga mendampingi para ibu dan masyarakat lainnya dalam mandiri meyiapkan masakan selain mendapatkan suplai makanan dari dapur umum Kementerian Sosial.
Inilah potret yang terekam saat tim media massa turun ke lapangan atas penugasan dari Kementerian Sosial di seluruh pelosok daerah bencana. Tim media massa Kemensos melihat bagaimana para mahasiswa melakukan asesmen, untuk program penguatan pemberdayaan masyarakat di daerah bencana, melalui daya dorong penguatan ekonomi keluarganya. Keinginan pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat bangkit dari bencana, tidak sekedar sebuah ucapan saja, tetapi bagaimana dibangun daya tahan dan daya juang masyarakat untuk berdiri dan mandiri di atas kekuatan dirinya. Bantuan berbagai pihak hanyalah sebuah jembatan, memperlancar bagi masyarakat untuk bisa berdiri dan mandiri.
Menurut Seketaris Program Pendidikan Pekerjaa Sosial, Denti Kardenti menuturkan “para mahasiswa praktikan Poltekesos, mampu bertarung dengan situasi yang porak poranda, menerjang sungai, menembus keterisolasian yang disebabkan tanah longsor, demi meyakinkan bantuan sampai ke tangan korban bencana yang tepat.
Cianjur adalah sebuah wilayah dengan geografis yang beragam, ada dataran, hutan, gunung. Aep Rusmana selaku Ketua Program Pendidikan Pekerjaan Sosial,”para mahasiswa prodi pekerjaan sosial angkatan 2019 sedang melakukan praktikum komunitas di Kabupaten Cianjur, dimulai 2 minggu sebelum terjadinya bencana.  Dengan terjadinya bencana, kegiatan direformulasi ke arah tanggap darurat bencana, tertanggal  21 November sd 8 Desember . Para mahasiswa bersama dosen pembimbing melaksanakan kegiatan pendataaan rumah kategori rusak berat, sedang dan ringan. Juga mahasiswa membantu pendataan dan pendistribusaan bantuan, operasional dapur umum lapangan dan layanan dukungan psikososial. Kegiatan ini berkoloborasi bersama sentra Kemensos, kementerian dan lembaga di luar Kemensos, Tagana, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, organisasi sosial,  serta relawan yang ada di Kab/ kota Jabar dan di luar Jawa Barat.
Menurut Kepala Desa Gasol, pada diri  mahasiswa ini seolah ada kata sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang, maju terus untuk meyakinkan, menjamin bantuan logistik, bantuan sosial lainnya menjangkau kepada para korban bencana di berbagai pelosok wilayah terdampak bencana.
Militansi para mahasiswa juga terlihat saat mereka bekerja, sampai larut malam untuk memastikan bantuan  untuk korban bencana ini tepat sasaran, tepat manfaat, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat kebutuhan.
Pantang tugas tak tuntas, adalah kata yang pantas untuk menggambarkan gerak kerja, dedikasi, tanggung jawab para mahasiswa. Mereka adalah pejuang kemanusiaan yang pantas dicatat dengan tinta emas.
Semoga Tuhan yang Maha Esa, melindungi, menjaga para petarung dan pejuang kemanusiaan ini, ungkap seorang ibu renta dari  Cugenang.




@poltekesosbandung

Silahkan isi dengan lengkap data di bawah ini.